Aspek Integritas Diri (TKP)
Tes Karakteristik Pribadi (TKP) bertujuan untuk mengukur
karakter keseharian peserta tes Calon Pegawai Negeri Sipil dalam kehidupan
sehari-hari. Karakter yang dimaksud tentu saja yang berkaitan dengan kultur
lingkungan kerja kepegawaian Pegawai Negeri Sipil dalam pelayanan publik di
berbagai lini pemerintahan.
Ada beberapa aspek karakteristik pribadi yang diuji di
TKP antara lain : integritas diri, kejujuran, tanggung jawab, kemampuan untuk
beradaptasi, pengendalian diri, semangat untuk berprestasi, tingkat inisiatif,
daya kreativitas dan inovasi, ketekunan, penghargaan terhadap orang lain,
berorientasi pada pelayanan, ketegasan, kepercayaan diri, mampu bertoleransi,
memiliki kepedulian terhadap lingkungan, dan senantiasa efisien dalam bekerja.
Tes Karakteristik pribadi pada aspek integritas dini
bertujuan untuk mengukur tingkat kebaikan atau ketulusan hari seseorang dalam
kehidupan sehari-hari. Tes pada bagian ini dapat dijadikan acuan kesesuaian
antara tingkah laku peserta terhadap perkataan dan perbuatan yang dilakukan. Biasanya
kualitas kepribadian seseorang sebanding dengan integritas dirinya. lndikasinya
adalah :
- seseorang
yang baik atau tulus maka memiliki keberanian dalam mengatakan kebenaran,
- dapat
membedakan dengan pasti hal yang benar dan salah,
- berani
memperjuangkan kebaikan dan kebenaran,
- tidak
takut terhadap risiko apa pun yang menimpa atas tindakan membela atau
mempertahankan kebenaran, meskipun risiko yang ditanggung bisa saja dapat
mengancam kelangsungan kariernya.
Pada era yang kompleks seperti saat ini, sangat jarang didapati orang yang
memiliki integritas tinggi. Jadi, tidak mengherankan apabila orang tersebut
layak menjadi pemimpin dengan tanggung jawab besar seperti mengatur
urusan-urusan penting yang menyangkut kepentingan rakyat banyak.
TIPS:
- Jadilah
pribadi yang berintegritas (jujur, tegas, dan disiplin).
- Pahamilah
bahwa semakin tinggi integritas yang Anda miliki maka semua pihak akan
segan dan hormat kepada Anda. Begitu pun sebaliknya.
Contoh
- Saya
mengetahui bahwa atasan Saya di kantor melakukan rekayasa laporan keuangan
untuk kepentingan pribadi. Sikap Saya sebaiknya ...
- Hanya
dalam hati saja Saya tidak menyetujui hal tersebut.
- Wajar
karena hal tersebut sering terjadi di kantor mana pun.
- Tidak
ingin terlibat dalam proses rekayasa tersebut dan sebisa mungkin
mengingatkan bahwa hal itu tidak baik.
- Melaporkan
atasan tersebut kepada pihakyang berwenang.
- Hal
semacam itu memang sudah menjadi tradisi yang tidak baik di lingkungan
kerja mana pun.
Jawaban : C
Pembahasan:
Saya mengetahui bahwa atasan Saya di kantor melakukan rekayasa laporan keuangan
untuk kepentingan pribadi. Sikap Saya sebaiknya ...
- Hanya
dalam hati saja Saya tidak menyetujui hal tersebut.
Skor 3:
Diam adalah tindakan dalam tingkatan paling rendah. - Wajar
karena hal tersebut sering terjadi di kantor mana pun.
Skor 1:
Menganggap ha/ yang tidak baik menjadi suatu hal yang sudah wajar, semakin lama akan membuat Anda juga akan terdorong melakukannya. - Tidak
ingin terlibat dalam proses rekayasa tersebut dan sebisa mungkin
mengingatkan bahwa hal itu tidak baik.
Skor 5:
Menunjukkan pribadi yang memiliki prinsip. - Melaporkan
atasan tersebut kepada pihak yang berwenang.
Skor 4:
Masih ado ha/ yang perlu dilengkapi sebelum melaporkan, yaitu adanya bukti, karena jika tidak memiliki bukti maka termasuk fitnah. Risiko yang ditanggung ado/ah terkena pasal pencemaran nama baik. - Hal
semacam itu memang sudah menjadi tradisi yang tidak baik di lingkungan
kerja mana pun.
Skor 2:
Mengetahui hal yang tidak baik apalagi terjadi di banyak tempat merupakan tindakan permisif.
- Dalam
suatu pengurusan administrasi atau surat izin di kantor tempat Saya
bekerja, ternyata banyak pegawai yang merupakan rekan kerja Saya meminta
uang tanda terima kasih atas pengurusan tersebut. Hal ini bertolak
belakang dengan peraturan kantor bahwa setiap pegawai dilarang memungut
upah atas kepengurusan surat. Tindakan Saya adalah ...
- lkut
melakukannya karena ternyata banyak rekan kerja yang melakukannya.
- Tidak
terlintas di benak sedikit pun, sehingga tidak ingin melakukannya sama
sekali.
- Melakukannya
hanya jika terpaksa membutuhkan uang tambahan untuk keperluan keluarga,
sebab gaji kantor memang kecil.
- Terkadang
saja melakukan hal tersebut, sebagai rasa solidaritas antarrekan kerja.
- Berusaha
semampunya untuk tidak melakukannya, namun jika ada kesempatan tidak apa
apa.
Jawaban : B
Pembahasan:
Dalam suatu pengurusan administrasi atau surat izin di kantor tern pat Saya
bekerja, ternyata banyak pegawai yang merupakan rekan kerja Saya meminta uang
tanda terima kasih atas pengurusan tersebut. Hal ini bertolak belakang dengan
peraturan kantor bahwa setiap pegawai dilarang memungut upah atas kepengurusan
surat. Tindakan Saya adalah ...
- lkut
melakukannya karena ternyata banyak rekan kerja yang melakukannya.
Skor 1:
lkut melakukan tindakan tersebut menandakan Anda bukan pribadi yang baik. - Tidak
terlintas di benak sedikit pun, sehingga tidak ingin melakukannya sama
sekali.
Skor 5:
Menunjukkan pribadi yang memiliki prinsip. - Melakukannya
hanya jika terpaksa membutuhkan uang tambahan untuk keperluan keluarga,
sebab gaji kantor memang kecil.
Skor 2:
Alasan gaji kecil tidak dapat dibenarkan. Uong tambahan yang Anda dapatkan berasal dari sumber yang tidak baik. - Terkadang
saja melakukan hal tersebut, sebagai rasa solidaritas antarrekan kerja.
Skor 4:
Terkadang berawal dari solidaritas, Anda bisa menyelami atas dasar apa rekan-rekan kerja melakukan ha/ itu. Boru/ah ambil cara agar bisa menyadarkan rekan-rekan agar meninggalkan ha/ yang tidak baik itu. Namun bukan berarti tindakan ini tanpa risiko jika Anda tidak mampu mengendalikan diri, karena Anda bisa terjerumus. - Berusaha semampunya untuk tidak melakukannya, namun jika ada
kesempatan tidak apa apa.
Skor 3:
Usaha agar tidak melakukan ha/ tersebut sudah baik, namun kuatkan hati agar tidak tergoda.
No comments:
Post a Comment