Tes Penalaran Analitis
Dalam soal jenis ini, Anda diminta untuk mempelajari suatu cerita singkat
dan kemudian melakukan penalaran terhadap setiap pertanyaan yang diberikan
berdasarkan informasi dari cerita. Umumnya jawaban dari soal jenis ini tidaklah
eksplisit (terlihat langsung dalam cerita). Namun kita harus melakukan
penalaran terlebih dulu, untuk kemudian bisa menemukan jawaban yang benar.
TIPS:
- Cermati
dan pahami soal cerita.
- Fokus,
konsentrasi, cermat dan teliti saat mengerjakan.
- Beri
tanda pada kata kunci soal cerita.
- Permudah
dengan membuat ilustrasi gambar atau tabel.
- Perbanyak
latihan soal
TRIK:
Pelajari model penalaran analitis.
- Model
perbandingan
Pada model ini kasus yang terjadi di soal berupa perbandingan dua atau
lebih nilai. Kemudian Anda diminta untuk menyimpulkan/menganalisis
hubungan dari beberapa perbandingan tersebut. Prinsip menyelesaikannya
sama seperti yang sudah diuraikan di ringkasan materi aritmetika dasar
pada bagian perbandingan.
- Model
urutan Model perbandingan sering kali muncul bersamaan dengan model
urutan. Urutan yang terjadi di soal cerita memiliki kata kunci
"kurang dari", "lebih dari", "sama dengan/sama
seperti/sama banyaknya" sehingga Anda bisa memberi:
- tanda
< untuk kata kunci "kurang dari"
- tanda
> untuk kata kunci "lebih dari"
- tanda
= untuk kata kunci "sama dengan/sama seperti/sama banyaknya"
Beberapa contoh kasus yang berkaitan
dengan urutan adalah skor, peringkat, pemenang, tercepat, terpandai, termahir,
prioritas pengerjaan atau kunjungan, dan sebagainya.
- Model
hubungan antarsyarat
Beberapa kejadian berasal dari suatu kondisi yang memenuhi syarat
tertentu, hubungannya adalah "sebabaklbat",
"syarat-hasil", "jika ... maka ..." atau p ⇒ Q.
Untuk itu Anda harus mencermati keterangan/kata kunci pada soal cerita
sehingga dapat menyimpulkan dengan tepat. Syarat terbagi menjadi
"syarat cukup", "syarat perlu", dan "syarat
mutlak".
- Syarat Cukup
Pernyataan P dikatakan
syarat cukup dari pernyataan Q. Jika P terjadi pastilah terjadi Q dengan
kata lain adanya P menjamin adanya Q.
Contoh:
P: Budi bujangan
Q: belum menikah
Mengetahui si Budi Bujangan sudah cukup untuk mengetahui ia belum menikah.
- Syarat Perlu
Pernyataan Q dikatakan
syarat perlu dari pernyataan P, jika Q mutlak diperlukan untuk
terjadinya P. Dengan kata lain mustahil ada P tanpa ada Q.
Contoh:
P: Budi bujangan
Q: belum menikah
Jelas jika Budi sudah menikah maka ia tidak bujangan lagi. Jadi, belum menikah
adalah syarat perlu untuk menjadi bujangan.
- Syarat mutlak
Artinya adalah syarat
yang harus/mutlak terjadi, p ⇔ Q atau "... jika
dan hanya jika ...".
Contoh:
P: air turun dari langit
Q: terjadi hujan
Air turun dari langit jika dan hanya jika terjadi hujan. Dengan demikian air
turun dari langit adalah syarat mutlak terjadinya hujan, dan terjadinya hujan
juga merupakan syarat mutlak air turun dari langit.
- Model kombinasi
Permasalahan yang
sering muncul di soal cerita dengan penyelesaian model kombinasi adalah masalah
tentang penyusunan jadwal suatu kegiatan, kemungkinan banyaknya cara yang
terjadi, kemungkinan posisi dengan syarat atau kondisi tertentu (seperti posisi
duduk, objek dan ruangan yang tepat, posisi wilayah, dan lain sebagainya),
serta pemilihan atau penunjukan objek/calon berdasarkan syarat atau kondisi
tertentu (seperti penugasan suatu pekerjaan, calon peserta lomba, dan
sebagainya). Untuk mempermudah pengerjaannya, Anda bisa menggunakan tabel atau
ilustrasi gambar sesuai dengan aturan penempatan di soal tersebut.
EKSTREM
TRIK:
- Perhatikan
hubungan urutan
- A <
B
B < C
A < C atau A < B < C
- A <
B
B > C
A < B > C
A dan C tidak dapat ditentukan hubungan urutannya
- A <
B
B < C
C = D
A < C atau
A < D atau
A < B < C
A < B < D atau
- Perhatikan
jawaban yang disediakan
Cara paling cepat saat
menyelesaikan soal cerita tes penalaran analitis adalah dengan mencermati
pilihan jawaban yang disediakan. Terkadang Anda tidak perlu mencari jawaban
sesuai keterangan pada soal, tetapi cukup memilih jawaban yang paling tepat
tentunya sesuai dengan syarat dan kondisi pada soal tersebut.
Contoh:
- Hesty, Belly,
Penky, dan Melly adalah mahasiswa satu angkatan dari universitas yang
sama.
Hesty lulus sebelum Belly tetapi sesudah Penky, dan Melly lulus sebelum
Hesty.
Kesimpulan ...
- Hesty
lulus sebelum Penky.
- Belly
lulus paling akhir.
- Melly
lulus paling awal.
- Penky
lulus paling awal.
- Penky
dan Melly lulus pada waktu yang sama.
Jawaban : B
Pembahasan:
Dengan menggunakan model urutan maka diperoleh
Sehingga, Belly lulus paling akhir.
- Ada
lima mahasiswa P, Q, R, S, dan T yang mengikuti sebuah seminar. Mahasiswa
P dan Q berasal dari fakultas yang sama, dan S dan T juga berasal dari
fakultas yang sama. Bila mahasiswa yang berasal dari fakultas yang sama
tidak boleh duduk berdekatan, kemungkinan posisi tempat duduk mereka dalam
satu deretan adalah ...
- P, S,
T, Q, R
- P, Q,
R, S, T
- T, R,
S, P, Q
- P, R,
T, S, Q
- S, R,
P, T, Q
Jawaban : E
Pembahasan:
Pergunakan TRIK melihat jawaban. Jawaban A, B, C, dan D sangat tidak mungkin
karena P berdekatan dengan Q dan S berdekatan dengan T. Jadi jelas bahwa E
adalah jawaban paling tepat.
- Tabungan
Anita lebih banyak daripada jumlah tabungan Betty dan Kiki.
Tabungan Betty lebih banyak daripada tabungan Kiki.
Tabungan Dian lebih banyak daripada jumlah tabungan Anita, Betty, dan
Kiki.
Kesimpulan ...
- Tabungan
Anita lebih banyak daripada tabungan Dian.
- Jumlah
tabungan Dian dan Kiki sama denganjumlah tabungan Anita dan Betty.
- Tabungan
Dian merupakan penjumlahan tabungan Anita, Betty, dan Kiki.
- Yang
mempunyai tabungan paling banyak adalah Dian.
- Kiki
mempunyai tabungan paling sedikit.
Jawaban : D
Pembahasan:
Dengan menggunakan model urutan maka diperoleh
Sehingga, yang mempunyai tabungan paling banyak adalah Dian.