Tes Penalaran Logis
Penalaran Logis menguji peserta untuk mendayagunakan logikanya dalam
memahami pernyataan ataupun informasi yang diberikan. Pola yang digunakan dalam
tes ini adalah peserta diminta menentukan kesimpulan dari beberapa pernyataan singkat
yang diberikan di soal. Peserta wajib menghindari perasaan (opini pribadi)
dalam menyelesaikan soal tersebut, karena soal yang diberikan membutuhkan
jawaban dari hasil analisis secara logis.
TIPS:
- Pahami
dan analisis setiap pernyataan yang diberikan di soal.
- Ambil
kesimpulan logis sesuai dengan pernyataan yang telah diberikan di soal
(fakta di soal).
- Kesimpulan
yang diambil merupakan hasil analisis gabungan dari semua pernyataan yang
diberikan di soal.
- Hindari
opini.
- Kerjakanlah
sesuai fakta yang terdapat di pernyataan soal.
- Konsentrasi,
fokus, rileks dan jangan panik.
- Pergunakan
waktu sebaik mungkin karena waktu pengerjaan sangat terbatas.
Artinya, Anda jangan terpaku pada soal yang sulit. Segera lewati soal tersebut setelah memberi tanda bahwa belum dikerjakan dan beralihlah pada soal yang Anda rasa lebih mudah. Jika nanti ada sisa waktu pengerjaan maka kembalilah mengerjakan soal yang sudah Anda tandai.
TRIK:
- Pelajari
teknik penarikan kesimpulan yang logis.
- Modus
Ponens
Pernyataan 1 : p ⇒ q
Pernyataan 2 : p
Kesimpulan : q
Contoh:
Pernyataan 1 :
Jika Mandalika lulus ujian maka ia mendapat beasiswa.
Pernyataan 2 :
Mandalika lulus ujian.
Kesimpulan :
Ia mendapat beasiswa.
- Modus
Tollens
Pernyataan 1 : p ⇒ q
Pernyataan 2 : -q
Kesimpulan : -p
Contoh :
Pernyataan 1 :
Jika Mandalika lulus ujian maka ia mendapat beasiswa.
Pernyataan 2 :
Mandalika tidak mendapat beasiswa.
Kesimpulan :
Mandalika tidak lulus ujian.
- Silogisme
Pernyataan 1: p ⇒ q
Pernyataan 2: q ⇒ r
Kesimpulan: p ⇒ r
Contoh :
Pernyataan 1 :
Jika Mandalika lulus ujian maka ia mendapat beasiswa.
Pernyataan 2 :
Jika Mandalika mendapat beasiswa maka biaya pendidikan menjadi ringan.
Kesimpulan :
Jika Mandalika lulus ujian maka biaya pendidikan menjadi ringan.
- Untuk
soal yang tidak bisa dikerjakan dengan menggunakan teknik penarikan
kesimpulan di atas, maka Anda membutuhkan analisis pernyataan yang telah
disediakan di soal sehingga dapat menarik kesimpulan yang tepat. Oleh
karena itu, pelajari analisis kejadian berdasarkan Diagram Venn berikut.
- Semua
A bersifat B
Artinya:
- Setiap
anggota A memiliki sifat seperti B.
- Ada
anggota B yang tidak memiliki sifat seperti A.
- Ada C
yang bersifat A dan B
Artinya:
- Setiap
anggota C memiliki sifat seperti A sekaligus/dan seperti B.
- Ada
anggota A yang tidak memiliki sifat seperti B.
- Ada
anggota B yang tidak memiliki sifat seperti A.
- A dan
B tidak ada hubungan
Artinya:
- Kejadian
saling lepas/tidak ada hubungan antara dua kejadian.
- Tidak
ada A yang bersifat B.
- Tidak
ada B yang bersifat A.
- Sifat
tidak langsung
Artinya:
- Semua
A bersifat B.
- Semua
B bersifat C.
- Semua
A bersifat C.
- Sifat
irisan tiga kejadian
Artinya:
- D
bersifat A, B, dan C.
- Ada A
yang tidak bersifat B dan tidak bersifat C.
- Ada B
yang tidak bersifat Adan tidak bersifat C.
- Ada C
yang tidak bersifat A dan tidak bersifat B.
- Ada
yang bersifat A dan B, namun tidak bersifat C.
- Ada
yang bersifat B dan C, namun tidak bersifat A.
- Ada
yang bersifat A dan C, namun tidak bersifat B.
- Bedakan
makna "Semua/Setiap", "Beberapa/Ada/Sementara/Sebagian".
- "Semua"
memiliki arti yang sama dengan "Setiap" Apabila suatu kejadian
melibatkan "Semua" berarti setiap anggota tersebut tanpa
terkecuali.
- "Beberapa"
memiliki arti yang sama dengan "Ada", "Sementara",
atau "Sebagian".
Apabila suatu kejadian melibatkan "Beberapa" berarti hanya sebagian kecil anggotanya atau cukup disebut ada.
Contoh:
- Semua
murid pandai berhitung dan sopan.
Asnan tidak sopan, tetapi pandai berhitung.
Kesimpulan ... - Asnan
adalah seorang murid yang pandai berhitung.
- Asnan
adalah seorang murid yang tidak sopan.
t
- Asnan
adalah seorang murid yang pandai berhitung dan tidak sopan.
- Asnan
adalah bukan seorang murid meskipun pandai berhitung.
- Asnan
adalah bukan seorang murid yang sopan.
Jawaban : D
Pembahasan:
Sangat jelas bahwa Asnan adalah bukan seorang murid meskipun pandai berhitung.
Terlihat pada Diagram Venn berikut.
A= sifat pandai berhitung
B = sifat sopan
C = murid yang bersikap pandai berhitung dan sopan
Daerah arsiran menunjukkan posisi Asnan sehingga Asnan adalah bukan seorang
murid meskipun pandai berhitung.
- Jika
Lutfi lulus kuliah kurang dari atau sama dengan 4 tahun maka ia akan
diterima bekerja sebagai karyawan perusahaan bonafit.
Jika Lutfi bekerja sebagai karyawan perusahaan bonafit maka gaji pertamanya akan digunakan untuk sedekah.
Gaji pertama Lutfi tidak digunakan untuk sedekah.
Kesimpulan ... - Lutfi
menyelesaikan studinya kurang dari 4 tahun.
- Lutfi
menyelesaikan studinya lebih dari 4 tahun.
- Lutfi
bekerja di perusahaan bonafit.
- Lutfi menyelesaikan
studinya tepat 4 tahun.
- Lutfi
bekerja sambil sedekah.
Jawaban : B
Pembahasan:
Terdapat 3 pernyataan di soal maka selesaikan per langkah, yaitu setiap 2
pernyataan ditarik kesimpulannya.
Pernyataan 1 dan 2 ditarik kesimpulan dengan menggunakan silogisme.
Kesimpulan 1 dan pernyataan 3 ditarik kesimpulan akhir dengan menggunakan modus
tollens.
Pernyataan 1: p ⇒ q
Pernyataan 2: q ⇒ r
Kesimpulan 1: p ⇒ r
Pernyataan 3: -r
Kesimpulan akhir: -p
Dapat disimpulkan Lutfi menyelesaikan studinya lebih dari 4 tahun.






No comments:
Post a Comment