Pemberontakan-Pemberontakan di Daerah (Sejarah Nasional Indonesia)
- Pemberontakan
Angkatan Perang Ratu Adil (APRA) di Bandung, pada 23 Januari 1950.
- Pemberontakan
Andi Azis di Makassar, pada 5 April 1950.
- Pemberontakan
Republik Maluku Selatan (RMS) di Ambon, pada 25 April 1950.
- Pemberontakan
Perjuangan Rakyat Semesta (Permesta) di Indonesia bagian timur, pada 1
Maret 1957.
- Pemberontakan
Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) di Sumatra, pada 15
Februari 1958.
- Peristiwa
Madiun (Pemberontakan PKI)
- Pemberontakan
PKI di Madiun, merupakan pengkhianatan terhadap bangsa Indonesia.
- Pemimpin:
Amir Syarifudin dan Musso.
- Tujuan:
Meruntuhkan pemerintah RI untuk kemudian diganti dengan pemerintah yang
berdasar paham komunis.
- Pada
18 September 1948
PKI berhasil menguasai Madiun dan sekitarnya ke mudian mengumumkan berdirinya Soviet Republik Indonesia. - Dalam
usaha mengatasi keadaan, Panglima Jenderal Sudirman segera memerintahkan
kepada Kolonel Gatot Soebroto di Jawa Tengah dan Kolonel Soengkono di
Jawa Timur agar mengerahkan kekuatan TNI dan polisi untuk menumpas kaum
pemberontak.
- Pada
30 September 1948
Seluruh kota Madiun dapat direbut kembali oleh TNI. Musso yang melarikan diri ke luar kota dapat dikejar dan ditembak TNI, sedangkan Amir Syarifuddin tertangkap di hutan Ngrambe, Grobogan, lalu dihukum mati. - Peristiwa
G 30 S/PKI
Pada awal tahun 1960, kondisi ekonomi
begitu memprihatinkan dan kondisi sosial politik penuh gejolak. Memanfaatkan situasi
tersebut PKI berusaha menyusun kekuatan dan melakukan pemberontakan.
Puncak ketegangan politik terjadi secara nasional pada dini hari 30 September
1965, yaitu terjadinya penculikan dan pembunuhan terhadap para perwira Angkatan
Darat di bawah pimpinan Letnan Kolonel Untung. Para perwira TNI AD yang diculik
dan dibunuh oleh sekelompok G 30 S/PKI dikenal dengan nama pahlawan revolusi.
Berikut daftar nama pahlawan revolusi.
- Letnan
Jenderal Ahmad Yani
- Mayor
Jenderal R. Suprapto
- Mayor
Jenderal M.T. Haryono
- Mayor
Jenderal S. Parman
- Brigadir
Jenderal D.I. Panjaitan
- Brigadir
Jenderal Sutoyo Siswomiharjo
- Letnan
Satu Pierre Andreas Tendean
Peristiwa pembunuhan oleh G 30 S/PKI
juga terjadi di Yogyakarta, yang mengakibatkan gugurnya dua orang perwira TNI
AD yaitu Kolonel Katamso dan Letnan Kolonel Sugiyono.
Dalam peristiwa tersebut, Jenderal Abdul Haris Nasution berhasil meloloskan
diri dari pembunuhan. Akan tetapi puteri beliau yang bernama Ade Irma Nasution
tewas akibat tembakan para penculik.
Sebagai reaksi dari pemberontakan ini Presiden Soekarno memberi tugas kepada
Mayor Jenderal Soeharto yang pada saat itu menjabat sebagai Panglima Kostrad,
untuk memimpin operasi penumpasan terhadap Gerakan 30 September.
Tindakan-tindakan yang dilakukannya adalah:
- Pada 1 Oktober 1965
Berhasil merebut kembali RRI dan Kantor Telekomunikasi. - Pada 2 Oktober 1965
Operasi yang dilakukan oleh RPKAD di bawah pimpinan Kolonel Sarwo Edhi Wibowo berhasil menguasai beberapa tempat penting termasuk daerah sekitar Bandara Halim Perdanakusuma yang menjadi pusat kegiatan Gerakan 30 September. - Pada tanggal 3 Oktober 1965
Dilakukan operasi pembersihan di daerah Lubang Buaya. Atas petunjuk seorang anggota polisi, akhirnya ditemukan sebuah sumur tua tempat jenazah para perwira Angkatan Darat dikuburkan. - Peristiwa
DI/TII
- Pemberontakan DI/TII di Jawa
Barat
- Pada
7 Agustus 1949
Di Tasikmalaya, Jawa Barat, Kartosuwiryo memproklamasikan berdirinya Negara Islam Indonesia. - Gerakannya
dinamakan Darul Islam (DI) sedangkan tentaranya dinamakan Tentara Islam
Indonesia (TII). Pembrontakan ini dikenal dengan nama Pemberontakan
DI/TII.
- Gerakan
ini dibentuk saat Jawa Barat ditinggal oleh pasukan Siliwangi yang
berhijrah ke Yogyakarta dan Jawa Tengah.
- Dalam
menghadapi aksi DI/TII, pemerintah mengerahkan pasukan TNI untuk
menumpas gerakan ini.
- Pada
1960
Pasukan Siliwangi bersama rakyat melakukan operasi "Pagar Betis" dan operasi "Bratayudha". - Pada
4 Juni 1962
Kartosuwiryo beserta para pengawalnya dapat ditangkap oleh pasukan Siliwangi dalam operasi "Bratayudha" di Gunung Geber, daerah Majalaya, Jawa Barat. - Pemberontakan DI/TII di Jawa
Tengah
- Pemimpin:
Amir Fatah
- Wilayah:
Brebes, Tegal, dan Pekalongan.
- Pada
Januari 1950
Pemerintah melakukan operasi kilat yang disebut Gerakan Banteng Negara (GBN) untuk menumpas pemberontakan ini, di bawah pimpinan Letnan Kolonel Sarbini. - Pemberontakan DI/TII di Aceh
- Pimpinan
: Teuku Daud Beureuh
- Latar
belakang: Daud Beureuh merasa kecewa karena status Aceh pada 1950,
diturunkan dari daerah istimewa menjadi karesidenan di bawah Provinsi
Sumatra Utara.
- Semula
pemerintah menggunakan kekuatan senjata dalam menghadapi pemberontakan
ini.
- Selanjutnya
atas prakarsa Kolonel M. Yasin yang menjabat sebagai Pangdam 1/lskandar
Muda, pada 17-21 Desember 1962 diselenggarakan "Musyawarah
Kerukunan Rakyat Aceh" yang mendapat dukungan tokoh-tokoh
masyarakat Aceh sehingga pemberontakan dapat dipadamkan.
- Pemberontakan DI/TII di
Sulawesi Selatan
- Pimpinan:
Kahar Muzakar
- Latar
belakang: Pada 30 April 1950, Kahar Muzakar menuntut kepada pemerintah
agar pasukannya dimasukkan ke dalam Angkatan Perang RIS (APRIS).
Tuntutan ini ditolak karena harus melalui penyaringan.
- Untuk
menghadapi pemberontakan DI/TII di Sulawesi Selatan ini, pemerintah
melakukan operasi militer.
- Pada
Februari 1965, Kahar Muzakar berhasil ditangkap dan ditembak mati.
- Pemberontakan DI/TII di
Kalimantan Selatan
- Pimpinan:
lbnu Hajar
- Pada
awalnya pemerintah memberi kesempatan kepada lbnu Hajar untuk menyerah.
Akan tetapi setelah menyerah, lbnu Hajar melarikan diri dan melakukan
pemberontakan lagi. Selanjutnya, pemerintah mengerahkan pasukan TNI
sehingga akhir tahun 1959, lbnu Hajar beserta seluruh anggota
gerombolannya tertangkap.
No comments:
Post a Comment